Gray ocean ~ Slow Blue ~

Sweetest Drug


sweetest-drug

♥ Sweetest Drug ♥

Author — Chope (Chintya)

Cast — Jung Hoseok (Jhope) & Yoon Hyejin (You)

Genre — Romance, fluff, comfort.

Length — Vignette

Rate — 17

This fanfiction reserved to you.

The poster is Mine

▼▼▼

—START—

Seorang Laki-laki remaja yang sedang beranjak dewasa, mengenakan kaos putih kebesaran dengan snapback hitam yang dikenakannya terbalik berjalan menuju suatu tempat. Yaitu sebuah rumah kecil yang letaknya berada disudut sebuah gang kecil disuatu kompleks perumahan. Itu tidak dapat disebut rumah, mungkin sebuah ruangan kecil.

Ia berjalan gontai dengan emosi yang sangat terkendali. Entah sedih, marah, atau benci pada seseorang. Sampai tepat di depan pintu, Ia segera membukanya dan menutupnya kembali setelah Ia masuk kedalam ruangan itu. Memang terlihat luas akan tetapi ruangan itu hanya berisi benda-benda seperti pengeras suara, deretan botol minuman alkohol, dan kaca yang Ia pakai untuk latihan menari. Lebih tepatnya seperti tempat pelarian.

Tok tok tok

Setelah selama 15 menit Ia duduk merenung diatas lantai, Ia mendengarkan suara ketukan pintu yang sama sekali tidak mengundang rasa penasarannya.

“Hoseok, ini aku…”.

Ia segera melangkahkan kaki dan membuka pintu, lalu Ia melihat seorang gadis berparas cantik berpakaian kasual dengan snapback yang sama seperti yang Hoseok pakai.

“Hoseok, izinkan aku masuk”.

Dengan segera laki-laki yang disebut dengan Hoseok itu mempersilahkannya masuk. Hoseok berjalan menuju speaker dan mencoba mencolokkan iphone silvernya dan memutar sebuah lagu yang kira-kira dapat membuatnya menjadi tenang. Ia mencoba menari perlahan tanpa pemanasan terlebih dahulu. Akan tetapi ketika dipertengahan lagu, tiba-tiba speakernya dimatikan oleh gadis yang baru saja datang.

Dahi hoseok tidak mengkerut dan wajahnya pun tidak menunjukkan ekspresi apapun. Ia hanya menatap gadis itu sambil menghembuskan nafas lalu mengalihkan pandangannya kembali.

“Kenapa kau berubah?” tanya gadis itu.

“Hoseok jawab pertanyaanku. Kau mengabaikan ku selama sepekan.” Ia masih mendesak hoseok karna pertanyaannya tidak dijawab.

“Jawab aku Hoseok…”.

Hoseok masih diam dan berjalan menuju sudut ruangan. Ia mengambil sebuah botol alkohol, membukanya, dan meminumnya setelah Ia duduk di lantai. Ia meneguk alkohol itu selama 5 kali banyaknya, dan kembali menghela nafas seberat-beratnya.

“Apa yang membuatmu mengatakan aku berubah?” akhirnya Hoseok berbicara.

Pertanyaan apa yang justru dijawab dengan sebuah pertanyaan kembali? Suasana ini tidak terbaca sama sekali oleh kedua orang yang berada dalam satu ruangan ini.

“Apa yang berubah dariku?” lanjut Hoseok.

“Entahlah, aku merasa kau berubah dan aku tidak tahu alasannya.” Jawab gadis itu ragu.

“Kau bahkan bertanya sesuatu yang seharusnya kau ketahui.” Ia mendecak dan meletakkan botol alkohol disisinya.

“Ada apa denganmu? Tidak bisakah kau tidak seperti ini padaku Hoseok?” paras cantik itu mulai terlihat sedih. Matanya berkaca-kaca walaupun Ia sudah berusaha menahannya. Ia perlahan berjalan menuju Hoseok, mencoba tidak membiarkannya berpindah tempat lagi menjauhinya. Ia duduk berlutut dihadapannya.

“Katakan padaku atau aku akan melakukan hal bodoh yang nantinya akan kau sesali kemudian hari.” Sejak dulu selalu saja ancaman gadis itu menarik perhatian Hoseok. Matanya mulai menatap manik gadis itu dalam diam. Airmatanya mulai berjatuhan.

Ah tidak! Hoseok tidak akan kuat melihat gadis itu menangis apalagi karenanya. Lagipula kenapa Ia harus menangis? Apakah Hoseok menyakitinya?

Aaarrggghhh gadis ini selalu saja membuatku telak.

Hatinya yang keras mulai melunak. Ia masih saja diam tapi matanya berbicara sambil menatap gadis itu. Entah apa yang Ia katakan dalam hatinya. Tapi yang pasti sesuatu yang sangat berarti yang tidak pernah Ia katakan kepada gadis itu.

“Aku melihatmu….” Hoseok mulai mengaku.

“Melihat aku apa???” Rengek gadis itu.

“Aku melihat Taehyung…bajingan itu memelukmu dan menatap meremehkanku.” Hoseok dengan tegas akhirnya mengatakannya.

“Meremehkanmu bagaimana? Aku tidak mengerti.” Ia menggelengkan kepalanya tidak paham.

“Aku…tidak suka kau dekat lagi dengannya!”Hoseok memperjelas maksudnya.

“Taehyung itu hanya berterima kasih padaku setelah aku menolongnya yang sedang mabuk dijalan malam itu. Aku lantas mengantarnya ke rumahnya.” Gadis itu berkata seolah memang tidak terjadi apa-apa.

Hoseok hanya diam dan pikirannya berkecamuk. Kenapa dia baik sekali dengan mantan pacarnya yang jelas-jelas sudah mempermainkannya. Hoseok tidak rela gadis yang menjadi sahabatnya sejak kecil itu disentuh oleh bajingan macam Taehyung yang suka bermain perempuan.

“Tetap aku tidak suka kau masih dekat dengannya. Aku tidak ingin kau disakiti lagi. Aku membenci-Dia-menyentuh-mu-sedikitpun.” Hoseok mulai menggeram dan mempertajam tatapannya.

Gadis itu hanya mengkerutkan dahinya dan berpikir kenapa dia begitu membenci Taehyung yang jelas-jelas sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengannya.

“Apa aku harus menjelaskan semua ini padamu lebih detil lagi?” Hoseok mensejajarkan posisinya dengan gadis itu.

“Aku tidak ingin kehilanganmu, aku tidak ingin kau disentuh siapapun termasuk Taehyung jika kau tidak mau melihatku berubah seperti ini untuk kesekian kalinya.” Terdengar seperti pengakuan namun ada unsur mengancam.

“Aku tidak akan paham jika kau berbicara berbelit-belit seperti—” tiba-tiba perkatannya terputus karna ponselnya berdering tanda panggilan masuk. Ia tidak mengangkatnya dan membiarkannya setelah Ia tahu bahwa Ibunya yang menelpon.

“Ibuku sudah mulai menelponku, aku harus pulang.” Ia berniat pulang dan beranjak dari duduknya tetapi Ia merasakan Hoseok melakukan hal yang sama dibalik pundaknya. Seketika langkahnya terhenti saat merasakan kedua tangan hangat itu memeluknya dari belakang. Ia bisa merasakan detak jantung Hoseok yang sangat kencang. Gadis itu gugup untuk pertama kalinya.

“Sebentar saja seperti ini.” Pinta Hoseok. Memeluknya lebih erat lagi lalu memejamkan kedua matanya.

“Jung Hoseok….” Suara gadis itu, Hoseok sangat menyukainya. Apalagi jika namanya yang disebut.

“Aku tidak ingin kehilanganmu. Aku tidak ingin siapapun merebutmu dariku. Kau terlalu berharga untukku. Kumohon Yoon Hyejin.”

“Aku mencintaimu…..lebih dari sekedar sahabat.” Hoseok menyatakan perasaan yang selama ini Ia pendam bertahun-tahun. Mungkin ini alasan mengapa Ia cemburu ketika melihat gadis itu bersama laki-laki lain selain dirinya.

“Tidak bisakah engkau membalasnya walaupun hanya untuk detik ini?” Hyejin, gadis itu sedari tadi hanya tertegun dan merasakan jantungnya berdegup kencang sama seperti yang Hoseok rasakan.

“Kenapa?”

“Maksudku kenapa hanya untuk detik ini?” Hoseok melepaskan pelukannya dan menatap Hyejin yang berputar menghadapnya.

“Aku ingin lebih dari itu Hoseok.” Kedua tangan Hyejin terpaut melingkari leher Hoseok.

Hoseok mengernyit dibuatnya. Jantung yang sedari tadi berdegup semakin lama semakin cepat sehingga membuatnya susah untuk bernafas. Wajah mungil itu mulai mendekat dan mata itu…. Ia sangat mengenal sepasang manik itu, namun tidak berbicara seperti biasanya. Seperti sedang menggoda.

“Aku pun mencintaimu Jung Hoseok.” Wajah tampan itu terlihat lebih gembira dibanding sebelumnya ketika Ia mendengar kata-kata yang sangat Ia harapkan.

“Kau pandai membuatku lemah Yoon Hyejin. Tolong jangan lakukan hal yang membuatku cemburu buta.” Hoseok memeluknya dan menenggelamkan kepalanya di leher Hyejin sedalam-dalamnya. Ia bernafas lega karna pada akhirnya Ia mampu mengungkapkan perasaannya dan Hyejin pun mempunyai perasaan yang sama dengannya.

Hyejin melepaskan pelukan itu dan meraih wajah Hoseok dengan kedua tangannya. Wajah itu terasa hangat di telapak tangannya. Keduanya saling bertatapan dan Hoseok perlahan mendekatkan wajahnya menyentuh wajah gadis yang dicintainya itu, meskipun Ia harus sedikit merunduk karna tinggi mereka tidak sama.

“Aku ingin mulai malam ini kau menjadi gadisku seutuhnya. Bukan sahabat yang masih ada batasnya seperti dulu.” Pinta Hoseok lembut.

“Bisakah kita memutuskan batas itu saat ini juga?” Mata Hyejin kini mulai nakal. Hoseok pun tidak menyangka gadis yang sudah lama dikenalnya bisa memancingnya sejauh ini.

Hoseok tidak tahan. Nafas yang Hyejin hembuskan seolah-olah oxygen yang membuatnya hidup selama ini. Manik mata yang selalu membuatnya nyaman dan bibir mungil yang sangat Ia sukai. Kini mungkin bisa menjadi milik Hoseok seutuhnya.

Tuhan tolong hentikan waktu detik ini juga. Aku tidak bisa mendapatkannya selama ini. Dia adalah obat termanis dalam hidupku.

“Asalkan kau yang memintanya, aku sangat ingin melakukannya untukmu.” Hoseok mendekatkan bibir miliknya dengan milik Hyejin. Ia melakukannya dengan lembut tanpa ingin melukai Hyejin. Suasana semakin panas disekitarnya. Keduanya hanya memejamkan mata menikmatinya. Jantung mereka berdetak tidak karuan. Bahkan Hoseok tidak mampu mengendalikannya. Hanya Hyejin yang bisa mengendalikan Hoseok dengan baik.

Tangan Hyejin mulai merasuk ke dalam kaos putih yang Hoseok gunakan, serta meraba dada kekar yang dimiliki Hoseok. Keduanya memperdekat jarak tubuh mereka. Tangan Hoseok pun melepaskan snapback yang Ia dan Hyejin kenakan lalu melemparnya ke sembarang tempat tanpa membuka matanya sedetikpun. Ia melepaskan ikat rambut Hyejin dan membiarkan rambut panjangnya tergerai dengan berantakan.

Selama beberapa menit seperti itu. Rasanya Hyejin ingin mati kehabisan nafas. Hoseok melakukannya dengan baik, bahkan Ia tidak melakukan sedikit kesalahan apapun.

“Entahlah, rasanya aku tidak ingin melepaskanmu untuk sedetik saja.” Kata Hoseok setelah Ia memberi sela nafas untuk Hyejin. Ia memeluk tubuh Hyejin dan menghirup aroma tubuh gadis itu. Ia sangat menyukainya dan sangat membuatnya lemah jika Ia tidak berada disisinya.

Hoseok lantas membawanya bersandar di dinding dan menautkan kedua tangan Hyejin dengan miliknya ke dinding. Seolah Ia ingin melakukannya lebih lama lagi.

“Aku sangat bersumpah, bukan ini yang aku inginkan. Aku melakukannya hanya karna kau memintanya Yoon Hyejin.” Kejujuran Hoseok membuat Hyejin tertawa kecil.

“Tolong jangan biarkan aku hilang kendali.” Hoseok mengakhiri perkataannya dan melanjutkan ciuman mereka. Hangat dan kenyamanan hanya dapat Ia peroleh dari seorang Yoon Hyejin.

▲▲▲

—END—

 

Akhirnya setelah sekitar 2 tahun hiatus dari dunia perfanfictionan, bisa comeback dengan bias baru yang kesannya sebagai moodbooster banget. Maaf alur ini agak ngaco, karna buatnya pas otak lagi ga karuan. Dan maaf jika kata-katanya ada yang berantakan, maklum udah lama enggak pernah nulis lagi. Huffttt. Mudah-mudahan masih bisa lanjut nulis ff dengan cast member BTS lainnya dan masih ingin buat dengan judul yang sama tapi beda cerita.

Komentar kalian akan sangat membantu J

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s